URGENSI
FILSAFAT BAGI GURU
Dosen : Sariman , M.Pd
Filsafat bukan sekadar ilmu yang dihafal,
melainkan cara berpikir yang akan mengubah cara Anda memandang pendidikan,
siswa,, dan diri Anda sendiri sebagai pendidik.
1.
Filsafat sebagai Fondasi Berpikir Kritis
Di era informasi yang masif, guru tidak bisa
hanya menjadi penyampai fakta. Filsafat membekali Anda dengan kemampuan berpikir
kritis. Ini artinya, Anda tidak akan menelan mentah-mentah kurikulum, metode
mengajar, atau kebijakan sekolah. Sebaliknya, Anda akan mulai bertanya:
- "Mengapa
materi ini penting bagi siswa saya?"
- "Apakah
metode ini benar-benar efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran?"
- "Apakah
kurikulum ini sesuai dengan perkembangan mental dan spiritual anak usia
madrasah ibtidaiyah?"
Dengan cara ini, Anda tidak hanya mengajar,
tetapi juga merancang pengalaman belajar yang relevan dan bermakna. Dewey
(1916) dalam bukunya, Democracy and Education, menegaskan bahwa
pendidikan harus menjadi proses pertumbuhan yang berkelanjutan, bukan sekadar
transmisi pengetahuan. Filsafat membantu guru untuk memfasilitasi pertumbuhan
ini melalui refleksi dan tindakan yang disengaja.
2.
Filsafat sebagai Kompas Moral dan Etika
Guru adalah teladan, dan etika profesi adalah
hal fundamental. Filsafat, khususnya etika, membantu Anda membangun kompas
moral yang kuat. Anda akan memahami konsep kebaikan, keadilan, dan tanggung
jawab. Contohnya:
- Etika
dalam kelas: Bagaimana Anda bersikap adil terhadap semua siswa, tanpa
memihak?
- Tanggung
jawab moral: Apa yang harus Anda lakukan jika mengetahui seorang siswa
mengalami masalah di luar sekolah?
- Integritas
profesional: Bagaimana Anda menjaga integritas dalam penilaian dan
interaksi dengan wali murid?
Filsafat memastikan bahwa setiap keputusan
dan tindakan Anda sebagai guru didasari oleh pertimbangan moral yang matang. Socrates
meyakini bahwa pengetahuan adalah keutamaan dan bahwa kebajikan dapat
diajarkan. Dalam konteks modern, hal ini berarti guru bertanggung jawab tidak
hanya atas pengajaran akademis, tetapi juga atas pembentukan karakter moral
siswa (Noddings, 2013).
3.
Filsafat sebagai Katalisator Inovasi
Pendidikan terus berkembang, dan seorang guru
harus mampu beradaptasi serta berinovasi. Filsafat pendidikan memperkenalkan
Anda pada berbagai aliran pemikiran, seperti:
- Progresivisme:
menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan minat siswa.
- Esensialisme:
fokus pada penguasaan materi-materi dasar yang esensial.
- Perenialisme:
mengajarkan nilai-nilai universal yang abadi.
Dengan memahami beragam perspektif ini, Anda
bisa mengkombinasikan dan mengadaptasi ide-ide tersebut untuk menciptakan
metode pengajaran yang unik dan efektif. Anda tidak lagi terjebak dalam satu
cara mengajar, melainkan menjadi seorang inovator dalam ruang kelas. Elias
& Merriam (1980) berpendapat bahwa pemahaman terhadap filsafat pendidikan
historis membantu guru untuk menempatkan teori dan praktik modern dalam
perspektif yang lebih luas, sehingga mendorong inovasi yang terinformasi.
4.
Filsafat sebagai Pilar Relasi Humanis
Pendidikan terus berkembang, dan seorang guru
harus mampu beradaptasi serta berinovasi. Filsafat pendidikan memperkenalkan
Anda pada berbagai aliran pemikiran, seperti:
1.
Progresivisme:
menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan minat siswa.
2.
Esensialisme: fokus
pada penguasaan materi-materi dasar yang esensial.
3.
Perenialisme:
mengajarkan nilai-nilai universal yang abadi.
Dengan memahami beragam perspektif ini, Anda
bisa mengkombinasikan dan mengadaptasi ide-ide tersebut untuk menciptakan
metode pengajaran yang unik dan efektif. Anda tidak lagi terjebak dalam satu
cara mengajar, melainkan menjadi seorang inovator dalam ruang kelas. Elias
& Merriam (1980) berpendapat bahwa pemahaman terhadap filsafat pendidikan
historis membantu guru untuk menempatkan teori dan praktik modern dalam
perspektif yang lebih luas, sehingga mendorong inovasi yang terinformasi.
Referensi
Dewey, J. (1916). Democracy
and Education: An Introduction to the Philosophy of Education. The
Macmillan Company.
Elias, J. L., &
Merriam, S. (1980). Philosophical foundations of adult education. Robert
E. Krieger Publishing Company.
Freire, P. (1970). Pedagogy
of the Oppressed. Herder and Herder.
Noddings, N. (2013). Caring:
A feminine approach to ethics and moral education (2nd ed.). University of
California Press.


0 Komentar